Bertahan Dimasa Sulit


(Oleh :Carla Marsha, S.Psi,M.Sc)

MPD,Medan, Dunia saat ini sedang ditawan dengan sebuah virus mematikan dengan kode “COVID-19” Dengan angka 2.897.645 pasien positif yang tersebar diseluruh dunia dan angka kematian yang mencapai 203.000, penyakit ini merupakan pandemik global yang saat ini menyerap perhatian seluruh masyarakat dunia. Herbert Simon pernah menyatakan bahwa perhatian adalah sumber daya ekonomi yang paling langka. Hal ini bisa dibuktikan dengan #coronavirus, #coronaoutbreak, #COVID19 yang topic trending di berbagai media social. Penyebaran informasi yang pesat dan minimnya ‘filter’ baik dari sisi pemerintah dan masyakat membuat informasi ‘hoax’ merajalela di Internet, terutama terkait ‘lethality’ dan proses penyebaran virus ini.
Efek paling besar bisa dilihat di sektor ekonomi. Dilihat dari angka pengangguran yang telah mencapai peningkatan sebesar 6.6 juta jiwa di Amerika Serikat. Bursa saham yang semakin lesu di negara ini. Dan tentunya peningkatan jumlah keluarga “homeless” dadakan. Sayangnya tidak ada yang mampu menjanjikan “kapan ini akan berakhir” bila menyorot dari error yang dilakukan pemerintah dan masyarakat Indonesia saat ini. Pemerintah pusat yang masih belum menetapkan posisinya serta terkesan “in denial” dengan kondisi saat ini. Lalu sebagian masyarakat yang menolak untuk menerapkan “social distancing” sehingga mata rantai penyebaran virus tidak kunjung terputus.
Masa-masa ketidakpastian.
Jadilah kita beramai-ramai terjebak didalam polemik mental.

Rasa cemas yang kalau dibiarkan dapat mengambil alih hidup kita dan memitigasi ruang untuk memikirkan solusi dalam menghadapi situasi saat ini. Untuk itu penting bagi kita untuk belajar mengatur rasa cemas ini atau menetapkan worry management yang tepat.

Beberapa cara dibawah ini dapat membantu anda:
a. Mempraktekkan Mindfulness
Mempelajari dan mempraktekkan Mindfulness dapat membantu kita untuk melepaskan kekhawatiran dan kecemasan kita. Contohnya dengan memfokuskan diri pada suara kecil dari nafas anda, suara hujan dari jendela rumah anda, atau suara lainnya yang dapat membawa anda untuk merasakan lebih jauh momen saat ini.

b. Mengelompokkan rasa khawatir anda
Kelompokkan rasa khawatir anda menjadi dua kategori : yaitu masalah sesungguhnya (real problem)dan rasa khawatir yang tidak berdasar (hypothetical worries).

c. Buatlah jadwal yang rutin
Rencanakanlah apa yang akan anda lakukan setiap hari dan pastikan anda membuat waktu khusus untuk memikirkan kekhawatiran anda. Misalnya : jam 9-10 malam merupakan waktu yang anda gunakan untuk mengelompokkan dan memikirkan rasa khawatir anda. Jadwal ini membantu anda untuk tetap dinamis, sehingga pikiran yang tidak dibutuhkan bisa ditunda.

d. Bergantung pada sumber berita yang terverifikasi.
Usahakan untuk bergantung pada sumber berita yang telah jelas asal-usulnya. Misalnya: world health organization menyediakan informasi yang actual,https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public. Pemerintah Indonesia juga telah menyediakan one stop hub untuk sebagala informasi official berkaitan dengan virus corona di https://www.covid19.go.id/. (nal)

Penyebaran informasi yang pesat dan minimnya Filter, baik dari sisi Pemerintah dan Masyarakat membuat informasi hias merajalela di internet terutama terkait lethality dan proses penyebaran virus ini.

Label:
[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.