Mutu Sekolah, Pemetaan Psikologi Siswa Harus Dilakukan


    Psikolog Marlinda, S.psi, M.Psi

MPD Sarolangun, SMPN 1 Sarolangun salah satu sekolah yang ada di kabupaten Sarolangun tengah melaksanakan proses persiapan akreditasi, dengan menargetkan meraih Akreditasi A. Hal itu disampaikan secara langsung oleh kepsek SMPN 1 kemarin. Sabtu 1/2).

Kepada MPD Rita Suyatni, S.pd. M.Pd Kepala SMPN 1 Sarolangun mengatakan tahun ini segala sesuatu akan dipersiapkan guna menghadapi Akreditasi,

          Rita Suyetni, S.Pd,M.Pd

" Tahun ini kita tengah melakukan persiapan Akreditasi dan segala sesuatunya akan kita persiapkan salah satunya membentuk pokja dengan memasang target meraih Akreditasi A tentunya mampu memperoleh nilai yang memuaskan ". Terang Kepsek SMPN 1 Sarolangun.

Rita Suyetni juga menambahkan bahwa sekolahnya pada 2019 telah melakukan berbagai kegiatan dan menuntaskan berbagai program dalam meningkatkan mutu sekolah diantaranya kerjasama dengan Pemeritah jepang dalam meningkatkan pembelajaran dengan sasaran guru dan kepala sekolah, sekolah model, sekolah mutu dan program beberapa program lainnya.

Sementara itu ,Psikolog Marlinda, S.Psi,M.Psi yang juga alumni SMPN 1 Sarolangun yang kini berkiprah dikota medan menyampaikan, bahwa ada yang sangat krusial yang harus dipenuhi oleh pihak sekolah supaya sesuai dengan standar pendidikan yg telah ditentukan seperti, fasilitasnya, programnya baik secara akademik dan non-akademik, gurunya, dan siswanya. Aspek aspek ini seharusnya berjalan sinergi,

" Terkait dengan statement ibu Rita Suyatni, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sarolangun, tampaknya usaha yang dilakukan sudah sangat baik. Namun, ada satu hal yang mungkin perlu dilakukan yaitu pemetaan kompetensi psikologi siswa. Hal ini perlu dilakukan karena setiap guru, siswa, dan orang tua akan mengetahui potensi kecerdasannya, keadaan kepribadiannya, serta minatnya. Sehingga akan membantu guru dan sekolah dalam pembuatan program dan teknis pelaksanaan dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, keuntungan yang didapat siswa adalah Ia akan mengetahui dan mengenal dirinya. Disamping itu bagi orang tua adalah bisa memperlakukan anak dan memiliki ekspektasi yg sesuai dengan potensi yang dimiliki anak. Bahkan ini sangat berguna untuk siswa kelas 3 yaitu membantu dirinya dalam memilih jurusan di SMA nanti. Berkaitan dengan peraturan saat ini, bahwa jurusan ditentukan sejak awal. Kenyataannya, yang terjadi di lapangan banyak siswa setelah berjalan proses belajar mengajar, merasa salah jurusan sehingga mempengaruhi perform akademis dan non-akademisnya ". Jelas Psikolog Marlinda,S.Psi. M.Psi dari Biro Psikologi Marsha Punta Dewa Medan.

Ditempat berbeda Sekdin Diknas Sarolangun Murtoyo,M.Pd mengatakan, pihaknya akan selaku Program sekolah dalam meraih Akreditasi,

"Kita akan terus mendukung sekolah dalam melaksanakan program akreditasi. Kedepannya semoga ada peningkatan mutu kualitas pendidikan yang sejajar dengan kota lainnya. Dan itu akan kita bicarakan ". Kata Sekdin Diknas Sarolangun. (Admin).

Akademik dan non-akademik, gurunya, dan siswanya. Aspek aspek ini seharusnya berjalan sinergi,

Label:
[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.