December 2019

Menganalisa cara melakukan tindakan cabul dosen USU HS, sang predator seksual terhadap korban D mahasiswinya sendiri, ahli Psikolog Sunarto SPsi, MPsi, menyarankan agar yang bersangkutan diperiksa kejiwaan dan psikologisnya. 

Sunarto menyebut, setidaknya ada beberapa motif yang melatarbelakangi seseorang berbuat cabul. Yakni karena pernah menjadi korban, iseng atau karena ketagihan. Dengan melakukan pemeriksaan psikologis HS, Sunarto menilai bisa mengungkap secara akurat motif pelaku berbuat cabul. “Motifnya iseng, korban atau adict (ketagihan). HS butuh pemeriksaan psikologi,” tegas penanggungjawab Biro Psikologi Marsha Punta Dewa tersebut kepada www.MartabeSumut.com, Kamis malam (13/6/2016).

Universitas Medan Area (UMA) terus menghasilkan dan meningkatkan lulusan yang “adaptable” sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Upaya itu terus dilakukan dan ditingkatkan dengan menerapkan kurikulum berbasis kebutuhan masyarakat dan dunia kerja serta memberikan “soft skill” kepada mahasiswa. “Salah satu upaya itu adalah sebelum tamat dan diwisuda, seluruh mahasiswa yang akan dilantik diberikan pelatihan persiapan memasuki dunia kerja (PMDK), sehingga mereka lebih paham ketika hendak memasuki dunia kerja,” ungkap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMA, Ir Zulhery Noer MP di sela-sela pelatihan tersebut, Kamis (14/12) di Convention Hall Kampus I UMA, Jalan Kolam Medan Estate

Menurut Zulhery Noer, “adaptable” atau dapat menyesuaikan diri adalah mampu mengadaptasi keadaan dengan mampu menjabarkan “soft skill” baik dari segi karakter kepribadian,komunikasi dan kerja sama sehingga bisa diterima di mana pun berada. “Dengan demikian lulusan UMA mampu berkompetisi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” ujar Zulhery Noer.

Statistika digunakan untuk menunjukkan tubuh pengetahuan (body of knowledge) tentang cara-cara pengumpulan data, analisis dan penafsiran data.

A. Fungsi statistika
        o Statistik menggambarkan data dalam bentuk tertentu
        o Statistik dapat menyederhanakan data yang kompleks menjadi data yang mudah dimengerti
        o Statistik merupakan teknik untuk membuat perbandingan
        o Statistik dapat memperluas pengalaman individu
        o Statistik dapat mengukur besaran dari suatu gejala
        o Statistik dapat menentukan hubungan sebab akibat

B. Kegunaan Statistika
Membantu penelitian dalam menggunakan sampel sehingga penelitian dapat bekerja efisien dengan hasil yang sesuai dengan obyek yang ingin diteliti

Psikologi Perkembangan – Sejarah dan Tahapannya

Psikologi perkembangan merupakan cabang ilmu psikologi yang secara umum mempelajari tentang mengapa dan bagaimana seorang manusia mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Pada awal perkembangannya cabang ilmu ini lebih berfokus pada perkembangan bayi dan anak-anak, dan barulah kemudian diperluas kepada remaja, perkembangan menjadi dewasa, proses penuaan, dan akhirnya mencakup seluruh masa hidup manusia.

Psikologi perkembangan mempelajari perubahan dalam tiga dimensi besar, yakni:
- Perkembangan fisik.
- Perkembangan kognitif.
- Perkembangan sosio-emosional.

Ketiga dimensi ini sendiri mencakup beragam subyek pembahasan yang luas, seperti kemampuan motorik, fungsi eksekutif, pengertian moral, penguasaan bahasa, perubahan sosial, kepribadian, perkembangan emosional, konsep diri, dan pembentukan identitas.
Psikologi perkembangan mempelajari bagaimana alam dan pola pengasuhan mempengaruhi perkembangan seseorang, dan bagaimana proses perkembangan itu di dalam konteks dan seiring berjalannya waktu. Ada banyak penelitian diadakan untuk menyelidiki hubungan antara sifat-sifat dan perilaku seseorang dengan faktor-faktor lingkungan, termasuk di dalamnya konteks sosial dan lingkungan buatan (built environment).

Psikologi perkembangan mencakup beragam cabang ilmu, seperti psikologi pendidikan, psikopatologi anak, psikologi perkembangan forensik, perkembangan anak, psikologi kognitif, psikologi ekologi, dan psikologi kultural.

Sejarah Psikologi Perkembangan
Ahli psikologi perkembangan yang terbilang berpengaruh di abad ke-20 antara lain adalah Urie Bronfenbrenner, Sigmund Freud, Erik Erikson, Jean Piaget, Esther Thelen, Barbara Rogoff, dan Lev Vygotsky. Namun, yang dipandang sebagai peletak dasar psikologi perkembangan modern adalah John Broadus Watson dan Jean Jacques Rousseau.

Pada pertengahan abad ke-18 Rousseau di dalam karyanya yang berjudul “Emile, ou de L’Education”, menggambarkan tiga tahap perkembangan di masa awal kehidupan, yakni masa bayi (infancy), masa kanak-kanak (childhood), dan masa remaja (adolescence). Pemikiran Rousseau pun banyak dipakai dan dijadikan referensi oleh praktisi pendidikan di kala itu.

Pada abad ke-19 kalangan psikolog yang mempercayai teori evolusi Darwin mulai mencari gambaran evolutif dari perkembangan psikologis, dan yang paling berpengaruh dari antara kalangan psikolog ini adalah Granville Stanley Hall.

Tahapan Perkembangan Sigmun Freud & Erik Erikson
Sigmund Freud meyakini bahwa manusia memiliki tiga tingkat kesadaran mental, yakni kesadaran, pra-kesadaran, dan ketidaksadaran. Pada tingkat kesadaran, seseorang menyadari akan berlangsungnya proses mentalnya. Pada tingkat pra-kesadaran, informasi yang diperoleh dapat dibawa ke dalam kesadaran, sekalipun informasi tersebut tidak sedang tersimpan di dalam pikiran. Sedang tingkat ketidaksadaran seseorang mencakup proses mental yang tidak disadari orang tersebut.

Psikologi diartikan sebagai studi ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan dan tingkah laku manusia (Slater, 2005). Psikologi pendidikan dimaksudkan untuk memberikan pengaruh dalam kegiatan pendidikan pembelajaran dan proses belajar mengajar yang lebih efektif dengan memperhatikan respon kejiwaan dan  tingkah laku anak didik. Keadaan sistem pembelajaran, cara mengajar, dan anak didik di setiap daerah tidaklah sama.
Kebiasaan anak didik ketika berada di lingkungan keluarga dan lingkungan pendidikan terkadang juga berbeda. Psikologi pendidikan muncul untuk memberikan perbaikan pada dunia pendidikan dalam menerapkan kurikulum, proses belajar mengajar, layanan konseling dan evaluasi untuk mendapatkan kualitas anak didik yang lebih baik.


Pengertian Psikologi Pendidikan Menurut Para Ahli
Psikologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan gejala gejala jiwa manusia (Abu, 2003).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia dalam suatu pembelajaran atau pelatihan (KBBI).
Menurut Muhibin Syah (2003), psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang membahas masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan.
Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor – faktor yang berhubungan dengan dunia pendidikan (Whiterington, 1982).
Sementara itu, Djiwandono (2002), mengatakan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan pengalaman manusia.
Psikologi pendidikan bermaksud untuk menerapkan psikologi ke dalam proses yang membawa pengubahan tingkah laku, dengan kata lain untuk mengajar. Sedangkan arti psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang belajar, pertumbuhan, dan kematangan individu serta penerapan prinsip – prinsip ilmiah terhadap reaksi manusia. Pendidikan tersebut bertujuan untuk mempengaruhi proses mengajar dan belajar.
Pengertian psikologi pendidikan menurut para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan merupakan disiplin ilmu psikologi yang mempengaruhi proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan.

Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan
Psikologi pendidikan memiiliki ruang lingkupnya yang menjadi dasar dan batas atau yang membedakan dengan keilmuan psikologi lainnya. Menurut Sumadi Suryobroto, ruang lingkup psikologi pendidikan antara lain
Pengetahuan
Pendidik atau guru perlu memilik pengetahuan yang lebih untuk memberikan pengajaran pada anak didiknya. Proses belajar mengajar memberikan dampak secara pengetahuan (kognitif) pada peserta didik yang awalnya tidak tahu tentang materi yang diberikan menjadi tahu. Guru atau pengajar perlu memiliki pengetahuan tentang metode pembelajaran dan pengetahuan lainnya tentang masalah yang mungkin ada pada peserta didik.
Pengetahuan tentang aktivitas jiwa peserta didik, intelegensi, kepribadian, karakter individu, bakat peserta didik, tumbuh kembangnya, pembinaan disiplin di dalam kelas, motivasi belajar, perilaku guru, strategi belajar mengajar, dan masalah masalah khusus dalam pengajaran dan pendidikan.
Pembawaan
Proses pembelajaran yang interaktif dari guru akan memberikan motivasi dan respon positif dari anak didik saat proses belajar mengajar. Pembawaan dimiliki seorang pengajar sebagai gaya penyampaian materi, konsep pengajaran selama berada di kelas. Dan juga diperlukan untuk mengubah suasana yang menstimulus siswa selalu aktif akan meningkatkan kualitas hasil pembelajaran.
Proses – proses tingkah laku
Menurut Soerjabrata, psikologi pendidikan ditinjau secara dinamis yakni mencakup perubahan perilaku seperti:

Sering Kita mendengar kata“Psikologi Klinis”, namun Kita tidak tahu apa itu Psikologi Klinis. Psikologi Klinis adalah salah satu bidang terapan psikologi terapan selain Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri dan Organisasi, dan lain-lain.
Psikologi Klinis menggunakan konsep dan teori psikologi abnormal, psikologi perkembangan, psikopatologi dan psikologi kepribadian. Disamping itu juga menggunakan prinsip-prinsip dalam asesmen dan intervensi.
Konsep dan prinsip itu diterapkan dan digunakan agar dapat memahami dan memberi bantuan bagi mereka yang mengalami masalah-masalah psikologis. Dan juga memberi bantuan mereka yang mengalami gangguan penyesuaian diri dan tingkah laku abnormal.
Secara sempit, Psikologi Klinis tugasnya ialah mempelajari orang-orang abnormal atau subnormal.Tugas utamanya adalah menggunakan tes yang merupakan bagian integral. Suatu pemeriksaan klinis yang biasanya dilakukan di rumah sakit.
Secara luas Psikologi Klinisadalah bidang psikologi yang membahas dan mempelajari   kesulitan-kesulitan serta rintangan-rintangan emosional pada manusia.Tidak memandang apakah ia abnormal atau subnormal. Menurut Phares (1992), “Psikologi klinis menunjuk pada bidang yang membahas kajian, diagnosis, dan penyembuhan (treatment) masalah-masalah psikologis, gangguan (disorders) atau tingkah laku abnormal.”

PSIKOLOG KLINIS.
Psikolog klinis adalah seorang ahli, yang latar belakang pendidikannya dari sejak jenjang pendidikan strata I adalah ilmu perilaku manusia (Psikologi). Untuk kemudian mengikuti pendidikan Magister Psikologi Terapan dengan mayoring Psikologi Klinis.
Pendekatan Holistik mengungkapkan bahwa seorang yang sakit fisik juga sekaligus sakit mental. Karena hubungan resiprokal antara aspekfisik dan mental tidak dapat dipungkiri keberadaannya.
Dengan demikian, di samping perawatan medis seorang pasien sering membutuhkan pendampingan Psikolog Klinis. Pendampingan Psikolog Klinis ini berguna untuk membantu pemulihan kesehatan aspek mentalnya. Apalagi, ketegangan emosi seseorang yang mengalami kesulitan memecahkan masalah psikologis yang dihadapi sering memanifestasi dalam bentuk keluhan fisik.

PROFESI DALAM PSIKOLOGI KLINIS
Yap Kie Hien (1968) Mengemukakan beberapa istilah lain untuk “Psikologi Klinis”. Istilah-istilah tersebut adalah :
Psikopatologi, Adalah bidang yang mempelajari patologi atau kelainan dari proses kejiwaan. Istilah ini digunakan dalam lingkungan psikiatri. Psikopatologi sebenarnya tidak masuk psikologi klinis, namun seorang psikolog klinis harus menguasai psikopatologi agar berhasil dalam pekerjaan diagnostiknya.
Psikologi Medis Merupakan suatu penjabaran dari psikologi umum dan psikologi kepribadian untuk ilmu kedokteran. Tujuannya adalah untuk melengkapi pengetahuan dokter tentang gambaran biologis manusia. Dengan gambaran kehidupan kejiwaan, fungsi-fungsi psikis, berpikir, pengamatan, afek serta kehidupan perasaan pada manusia normal
Psikologi Abnormal, Istilah ini baru populer pada tahun 50-an. Nama ini diciptakan oleh psikolog-psikolog yang ingin mengklasifikasi keadaan yang tidak normal yang mungkin terjadi pada individu.
Psikologi Konflik dan Pato-Psikologi, Kedua nama ini diusulkan untuk menunjukkan bahwa seseorang yang membutuhkan pertolongan psikolog tidak selalu “sakit”. Pertolongan psikolog dapat diberikan kepada mereka yang mengalami kesulitan, misalnya konflik, ketegangan, dan sebagainya yang dapat mengganggu keseimbangan.
Mental Health dan “Mental Hygiene”. Istilah mental hygiene lebih dekat dengan bidang kedokteran. Istilah ini lebih banyak membahas dari segi penyembuhan. Mental health lebih banyak membahas dari segi preventifnya. Mental hygiene bertugas mempertahankan dan memelihara kesehatan mental dan mencegah terjadinya gangguan mental.

DISFUNGSI PSIKOLOGIS
Gangguan-gangguan dalam Psikologis dapat dikategorikan sebagai berikut:

GANGGUAN MENTAL MENURUT MODEL MEDIS & PSIKOLOGIS
Menurut model medis, penyakit mental adalah suatu penyakit dengan sebab yang natural yang dapat dikaji secara ilmiah dan dapat diobati. Konsep media mengenai disfungsi Psikologis :
1. Penyakit adalah akibat yang memiliki etiologi.
2. Penyakit merupakan gangguan organik murni.
3. Penyakit psikologis analog dengan penyakit fisik.
4. Penderita mendapatkan penyakit bukan karena adanya kesalahan pada dirinya.
5. Penyembuhan tergantung pada intervensi dari profesional yang terlatih

Penyakit merupakan proses universal dan bukan kultural, meskipun manifestasinya dipengaruhi oleh kultural. Namun menurut model psikologis, Psikopatologis bukan hanya penyakit pada fungsi psikologis. Tetapi juga sebagai disorder (gangguan) yang disebabkan oleh faktor psikologis yaitu faktor kesadaran dan ketidak sadaran.

Orientasi terkini terhadap gangguan mental 
- Gangguan mental sebagai kondisi biomedis à harus dirawat di RS, intervensi dengan obat
- Gangguan mental sebagai kondisi psikologis dan sosial à perawatan dengan psikoterapi

KONSEP NORMAL DAN ABNORMAL

Seseorang dikatakan normal bila:
1. Tidak sakit,
2. Dalam kondisi rata-rata seperti orang lain,
3. Memiliki konformitas terhadap norma sosial,
4. Memiliki kematangan secara ideal atau hampir ideal,Sehat,Fully functioning personality.

Dan definisi abnormal sendiri:
- Statistical Infrequency,
- Disability or Dysfunction,
- Personal Distress,
- Violation of Societal Norms.

PENYEBAB

Penyebab gangguan psikologis mempunyai 3 faktor, yaitu :
a. Faktor Biologis : Keturunan genetis, Kondisi medis, Kerusakan otak, Paparan stimulus tertentu dari lingkungan.
b. Faktor Psikologis : Pengalaman traumatis, Asosiasi yang dipelajari, Distorsipersepsi, Pola pikir irasional.
c. Faktor Sosiokultural : Hubungan intim, Interaksi social, Politik, Diskrimasi kelompok.

Prinsip Biopsikososial

Psikologi klinis menggunakan istilah BIOPSIKOSOSIAL untuk menjelaskan interaksi antara tiga dimensi penyebab abnormalitas, yaitu :
1. Faktor Biologis :
2. Genetik
3. Gangguan dalam fungsi fisik: Kondisi medis (contoh: hormontiroid tidak seimbang)
4. Kerusakan otak : Stimulus lingkungan (contoh: racun)

Faktor Psikologis :
- Pengalaman hidup yang bermasalah:
- Interpersonal – antar individu (contoh: perceraian)
- Intrapsikis – antarapikiran dan perasaan (contoh:interpretasi irasional)

Faktor Sosiokultural:
- Siklus pengaruh sosiokultural:
- Immediate circle – orang2 paling sering berinteraksi, contoh: pasangan.
- Extended circle – hubungan yg lebih luas dibandingkan immediate circle, contoh: keluarga besar, teman sekolah.
- Environment circle – orang2 di sekitar kita namun jarang berinteraksi, contoh: satpam.
  
Perspektif Biopsikososial
Diathesis-Stress Model: Setiap individu dilahirkan dengan membawa predisposisi (diathesis) masing-masing. Yang membuat mereka memiliki risiko mengalami gangguan psikologis bila mengalami pengalaman hidup tertentu.

ASESMEN PSIKOLOGI KLINIS
Asesmen dalam Psikologi Klinis ialah pengumpulan informasi untuk digunakan sebagai dasar bagi keputusan-keputusan yang akan disampaikan oleh penilai (Bernstein & Nietzel, 1980, hal.99).

Hal-hal yang mempengaruhi terjadinya kesalahan dalam melakukan asesmen:
1. Inadequate information
2. Unrepresentative behavior
3. Stereotypes
4. Personal biases

Menurut Bernstein dan Nietzel (1980) *foto Bersntein dan Nietzel* Ada empat komponen dalam proses asesmen psikologi klinis, yakni:
- Perencanaan dalam Prosedur Pengumpulan Data.
- Pengumpulan Data Melalui Wawancara, Observasi
- Pengolahan Data danPembentukan
- Mengomunikasikan data asesmen.

Etika dalam Asesmen Psikologi Klinis
Proses pengumpulan informasi, pemrosesan data, dan penyusunan laporan asesmen membuat psikolog klinis memiliki informasi pribadi subjek Informasi pribadi tersebut seringkali bersifat sensitif sehingga klien tidak ingin informasi tersebut diungkapkan pada orang lain
Psikolog klinis memiliki tanggung jawab etik untuk menggunakan dan menyajikan seluruh informasi yang terkumpul dengan hati-hati.

INTERVENSI PSIKOLOGI KLINIS
Secara umum intervensi adalah upaya untuk mengubah perilaku, pikiran atau perasaan seseorang. Psikoterapi merupakan salah satu intervensi dalam konteks hubungan antara psikolog dan klien atau pasien.
Tujuan psikoterapi adalah untuk pemecahan masalah, untuk peningkatan kemampuan seseorang mengatasi masalahnya sendiri. Serta pencegahan timbulnya masalah, peningkatan kemampuan seseorang untuk lebih berbahagia (Phares, 1992).

Macam psikoterapi yaitu, Individual therapy, Group therapy dan Marital and family therapy.
Teknikpsikoterapi :
1. Fostering insight.
2. Reducing emotional discomfort.
3. Encouraging catharsis.
4. Providing new information.
5. Assigning extratherapy tasks.

Biro Psikologi Marsha Puntadewa adalah Lembaga Penyedia Pelayanan Jasa Psikologi yang telah berdiri sejak tahun 1996. Kami menyediakan layanan yang berkaitan dengan bidang psikologi terapan dan aplikasinya dalam bidang ; Pendidikan, Perkembangan, Industri dan Organisasi, Klinis, Kesehatan, Olah Raga, dan lain-lain.

TIM BIRO PSIKOLOGI MARSHA PUNTADEWA

PENANGGUNG JAWAB
Psikolog Sunarto, S.Psi, M.Psi

DIREKTUR OPERASIONAL
Psikolog Marlinda, S.Psi, M.Psi

KORDINATOR LEARNING dan DEVELOPMENT
Carla Marsha, S.Psi, M.Sc.

ADMINISTRASI dan MARKETING
Kordinator                            : Wiwie, S.P
Anggota (Administrasi)      : Dinda
Anggota (Marketing)          : Husein

BAGIAN UMUM
M. Akbar

TIM PENDUKUNG OPERASIONAL
Siti Fatimah Harianja, S.Psi
Juli Erna Simanjorang, S.Psi
Suriani, S.Pd
Panji Marshando, S.T
Dewi Nurmaya, S.Pd 


Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.